Kategori

Tokoh

Triono, Kepala Desa Serba Bisa

KIM Sri Tumurun 2018-05-02 Tokoh KABUPATEN NGAWI

KIM Jatim, Ngawi. Seorang kepala desa berada di tengah masyarakat desanya untuk melaksanaan pelayanan publik, bukanlah hal aneh. Namun Kepala Desa Grudo bernama Triono, memiliki kegemaran yang membuatnya cepat dikenal masyarakat. Kesukaannya bernyanyi campursari menjadikan nama Triono tak asing bagi warga Ngawi, bahkan sampai ke manca desa dan kecamatan.

Hampir di setiap perhelatan yang ada acara bernyanyi campursari, Triono tak segan menyumbangkan suara. Tahun 2017 lalu, Triono yang merupakan sarjana tehnik elektro ini juga mencoba rekaman bersama penyanyi campursari terkenal, Didi Kempot. “Karena selain ingin menjadi TNI, cita-cita saya memang ingin menjadi artis,” ujarnya.

Album perdananya itu meruakan debut awalnya menjajal suara secara profesional dengan lagu andalan Diuber Rondho. Klip lagu ini juga menyajikan tempat-tempat khas Ngawi seperti Benteng Van Den Bosch (benteng Pendem) dan pemandangan hijau di alun-alun Merdeka. Dengan setting ala masyarakat desa, Triono dalam klip lagunya juga puas karena bisa bergaya bak Bung Karno, Presiden RI pertama yang menjadi idolanya. “Lagu ini diciptakan oleh Mas Didi Kempot dan berirama gembira,” ungkapnya.

Namun, jangan hanya soal bernyi yang mengantarkan Triono tenar. Selain gaya humornya yang tak pernah lekang, dia juga beristrikan seorang kepala desa yakni Kades Gandri Kecamatan Pangkur. Triono yang sudah memangku jabatan Kades Grudo periode kedua ini, juga berhasil mengantarkan desanya menjadi juara nasional sebagai desa terbaik bidang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tahun 2013 silam. 

Tak heran bila memasuki Desa Grudo yang berada di dalam kecamatan Ngawi kota ini, suasan bersih tetap terasa. Selain bertumbuhnya usaha kecil masyarakat, pertanian dan sentuhan kemajuan jaman tetap terlihat diantara tradisi warga yang menjunjung tinggi persaudaraan ini. “Penghargaan dan juara itu disyukuri namun bukan capaian akhir, yang sulit adalah mempertahankan perilaku bagi warga untuk melaksanakan PHBS dan hal itu kita tetap lestarikan sampai sekarang,” katanya. (KIM Srti Tumurun)

 

 

0 Komentar

Tidak ada komentar terkait

Buat Komentar